January 05, 2020

Hukum Kata Non-Kinayah dg Niat Talak

Hukum Kata Non-Kinayah dg Niat Talak
NIAT TALAK DENGAN KATA NON-KINAYAH DAN NON SHARIH

Asslamualaikum pak ustadz. Saya pernah berselisih dengan istri. Lalu kemudian tiba-tiba ada lintasan hati atau muncul khayalan tentang talak di hati. Lalu terucap dalam hati "tah.." (b.sunda) artinya dalam bahasa indonesia "nih.." (seperti ketika kita ingin menyerahkan sesuatu lalu mengucapkan "nih"). Namun muncul muncul was was apakah kata itu terucap atau hanya dalam hati dengan hanya terdengar suara nafas saja. Namun jika seingat saya hanya dalam hati. Hanya terdengar suara nafas saja (antara mulut terbuka atau tertutup saya lupa). Tapi saya masih was was. Bagaimana pak ustadz?

Dan (2) apakah kata "tah" atau "nih" termasuk kinayah pak ustadz?

Jazakllah pak ustadz

JAWABAN

1. Tidak jatuh talak.

2. Kata 'tah' dan 'nih' tidak termasuk kata kinayah. Jadi seandainya pun diucapkan tidak berakibat talak walaupun disertai niat. Karena, tidak semua kata itu adalah kinayah. Kata kinayah adalah kata yang memiliki makna ambigu seperti "pergi", "pulang" dan sejenisnya. Baca detail: Cerai dalam Islam

URAIAN PENTING: KATA NON-KINAYAH TIDAK ADA DAMPAK TALAK WALAUPUN DISERTAI NIAT TALAK

KATA KINAYAH BARU BERDAMPAK TALAK APABILA DISERTAI NIAT TALAK

Pertama, perlu diketahui bahwa tidak semua kata mengandung kata kinayah. Sekali lagi, tidak semua kata mengandung kata kinayah. Kata yang mengandung talak kinayah hanyalah kata-kata tertentu yang mengandung makna ambigu antara talak dan bukan talak. Seperti kata "pergi", "pulang", "kuantar ke orangtuamu", dll. Kata pergi, misalnya, mengandung makna ambigu antara pergi ke suatu tempat atau pergi dari rumah suami (untuk cerai), dll.

Kata yang mengandung makna ambigu tersebut baru jatuh talak apabila saat suami mengucapkannya itu disertai dengan niat cerai. Baca detail: Talak Sharih dan Kinayah

KATA NON-KINAYAH TIDAK BERDAMPAK TALAK WALAUPUN DISERTAI NIAT TALAK

Kedua, terkait kata non-kinayah seperti makan, minum, ini, itu, dll maka tidak akan berdampak talak walaupun ada niat talak dari suami saat mengucapkan kata tersebut. Ini penting diketahui terutama bagi suami yang menderita penyakit was-was atau OCD. Baca detail: Was-was karena OCD

Dalam Al-Mausuah Al-Fiqhiyah, hlm. 29/24 dijelaskan:

وهل يقع الطّلاق بلفظ لا يحتمله أصلاً كقوله لها : اسقني ماءً ؟ إن لم ينو به الطّلاق لم يقع به شيء بالإجماع ، وإن نوى به الطّلاق وقع الطّلاق به عند المالكيّة على المشهور ، ولا يقع به شيء على مذهب الجمهور ، وهو قول ثان للمالكيّة .

Artinya: Apakah terjadi talak dengan memakai kata yang tidak mengandung ambigu makna talak sama sekali? seperti ucapan suami pada istri: Beri saya minum! apabila suami tidak berniat talak maka tidak terjadi cerai menurut ijmak. apabila ada niat talak, maka jatuh talak menurut madzhab Maliki dan tidak jatuh talak menurut jumhur (mayoritas ulama) yakni madzhab Syafi'i, Hanafi dan Hanbali. Bahkan pendapat kedua dari madzhab Maliki menyatakan tidak jatuh talak.

Dalam Al-Mausuah Al-Fiqhiyah, hlm. 29/26, dijelaskan:

ا كما اتفقوا على أن الكنائي في الطلاق هو: ما لم يوضع اللفظ له، واحتمله وغيره ـ فإذا لم يحتمله أصلاً لم يكن كناية، وكان لغواً لم يقع به شيء.

Artinya: Ulama sepakat bahwa kata kinayah dalam talak adalah kata yang tidak khusus bermakna talak melainkah kata yang mengandung makna lain selain talak. Apabila suatu kata sama sekali tidak mengandung makna talak maka tidak disebut kinayah. Mengatakan kata yang bukan kinayah hukumnya sia-sia tidak ada dampak apapun pada status pernikahan.

CONTOH KATA NON-KINAYAH

Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni, hlm. 7/395, menyatakan:

فأما ما لا يشبه الطلاق، ولا يدل على الفراق، كقوله: اقعدي. وقومي. وكلي. واشربي. واقربي. وأطعميني واسقيني. وبارك الله عليك. وغفر الله لك. وما أحسنك. وأشباه ذلك، فليس بكناية، ولا تطلق به، وإن نوى؛ لأن اللفظ لا يحتمل الطلاق

Artinya: Adapun kata yang tidak menyerupai talak dan tidak menunjukkan makna perpisahan seperti (ucapan suami pada istri): "Duduklah!", "Berdirilah!", "Makanlah!", "Minumlah!", "Mendekatlah!", "Beri aku makan!", "Beri aku minum!", "Semoga Allah memberkatimu", "Semoga Allah mengampunimu", "Alangkah baiknya dirimu!" dan yang serupa dengan itu, maka tidak termasuk kata kinayah dan tidak berakibat talak walaupun disertai niat talak. Karena kata-kata tersebut tidak mengandung makna talak (sama sekali).

Baca detail: Kata Pisah: Sharih atau Kinayah?

January 04, 2020

Mimpi Bertemu Orang Tak Dikenal

5. 2. Melihat orang tua atau orang muda tak dikenal (orang asing)

Melihat orang tua yang tidak dikenal atau yang berumur 35 tahun ke atas menunjukkan terbatasnya umur orang yang bermimpi itu. Barangsiapa yang melihat seolah-olah dia mengikuti orang tua, berarti dia mengikut kebaikan. Barangsiapa yang melihat orang tua Turki berarti dia mendapat kawan yang baik.

5. 3. Melihat pemuda / tidak dikenali

Mimpi pemuda adalah musuh. Bermimpi melihat pemuda putih merupakan musuh yang tersembunyi, pemuda hitam adalah musuh yang kaya, pemuda berkulit kemerah-merahan merupakan musuh yang tua.

5.3.1 Jika orang yang bermimpi itu melihat diikuti oleh pemuda berarti dia akan berjumpa dengan musuh. Jika dia melihat bertembung melihat orang tua berubah menjadi anak muda, maka bermacam-macam mimpinya. Ada yang mengatakan dia akan mendapat kesenangan. Ada yang mengatakan dia akan mendapat kemerosotan, sama ada masalah dunia atau agamanya, ada yang mengatakan dia akan mati.

5.3.2. Jika dia melihat pemuda yang tidak dikenal dan sangat marah melihatnya, maka dia akan berjumpa dengan musuh yang sangat dibenci orang. Jika dia senang melihatnya, maka dia akan bertemu musuh yang disukainya. Perempuan yang melihat perempuan muda dalam tidurnya berarti itu adalah musuh baginya dalam keadaan apa pun. Tetapi bermimpi melihat perempuan tua, berarti itu dunianya. Jika dia melihat wanita itu berhias mendedahkan auratnya, maka dia akan mendapatkan kesenangan dunianya. Jika dia melihat wanita tua itu berpaling muka, maka hilanglah kemegahannya.

5.3.3. Jika dia melihat orang tua masuk ke dalam rumahnya berarti dia akan mendapat kesenangan dunia dan jika dia melihatnya keluar dari rumahnya berarti hilang kesenangan dunianya.

5.3.4. Kalau dia melihat wanita tua itu bukan Islam berarti kesenangan yang itu kesenangan yang haram, tetapi kalau Islam berarti kesenangannya itu kesenangan yang halal.

5.3.5. Jika dia melihat seolah-olah wanita muda bertukar menjadi wanita tua menunjukkan baiknya dunianya.

5.3.6. Jika ada lelaki melihat wanita tua yang tidak suka kepadanya sedangkan dia suka melihatnya berarti dia susah mendapat kesenangan dunia. Jika wanita itu nampaknya suka kepadanya, maka dia mendapat kesenangan dunia sekadar kesukaan wanita tua itu.

Mimpi melihat lelaki yang dikenali

5.0 Mimpi Sesama Manusia

Adakalanya kita sering bermimpi berada dalam keadaan bahaya di mana ada orang yang memburu kita dan mencoba membunuh kita serta sering berada dalam pelarian dan ketakutan. Baiklah, mimpi sebegini boleh diuraikan kepada mimpi berjumpa dan melihat orang yang mana terdiri kepada empat golongan yaitu orang tua, anak-anak, orang yang dikenali dan juga orang yang tidak dikenali. Diharap penjabaran di bawah ini boleh dijadikan panduan, wallahuallam.

5.1. Mimpi melihat lelaki yang dikenali

Al-Ustaz Abu Sa’id berkata; “Bermimpi melihat lelaki yang dikenal menunjukkan akan mendapatkan sesuatu darinya, dari orang yang mirip dengannya atau yang satu nama dengannya.”

Maksud bemimpi menerima barang-barang berharga berarti mendapatkan sesuatu yang dicita-citakan. Kalau yang bermimpi itu orang yang layak menjadi pemimpin dan dia melihat menerima kemeja baru, maka dia akan memimpin orang itu. Bermimpi menerima tali dari seseorang berarti ada berjanji denganya.

Baca detail: Mimpi dalam Islam

Mimpi Melihat keranda mayat

Mimpi Melihat keranda mayat
Mimpi Melihat keranda mayat

4.1. Barangsiapa yang bermimpi seolah-olah dia diusung di dalam keranda, maka akan naik martabatnya dan banyak hartanya.

4.2. Barangsiapa yang bermimpi dimasukkan ke dalam keranda dan tidak ada orang yang mengangkat atau membawanya, berarti dia akan dipenjara.

4.3. Barangsiapa yang melihat seolah-olah orang yang menghantarnya menangis di belakang kerandanya, maka baik mimpinya, begitu juga kalau dia melihat mereka memuji dan mendoakannya. Kalau dia melihat mereka tidak menangis dan tidak memujinya tidak baik.

Baca detail: Mimpi dalam Islam

Mimpi Melihat Kain kafan

Mimpi Melihat Kain kafan
Mimpi Melihat Kain kafan

3.1. Menurut suatu pendapat, kafan dimimpikan dengan suka melakukan zina. Barangsiapa yang melihat tidak sempuma pakaiannya, maka dia diajak melakukan zina tetapi tidak mengindahkannya. Barangsiapa yang melihat seolah-olah dia dibungkus dengan kain kafan seperti orang mati, menandakan dia akan mati. Jika dia lihat tidak tertutup kepala dan kakinya berarti ada yang kurang baik dalam agamanya.

Namun demikian terkadang kain kafan yang kurang bagi mayat diertikan sebagai dekatnya kepada taubat sedangkan kain kafan yang berlebihan diartikan sebagai jauhnya taubat.

3.2. Barangsiapa yang melihat seolah-olah kaum yang tidak dikenal menghiasnya dan memakaikan pakaian kemegahan kepadanya tanpa adanya sesuatu sebab seperti hari raya atau pengantin lalu mereka meninggalkannya bersendirian di satu rumah maka itu menunjukkan akan matinya.

Baca detail: Mimpi dalam Islam

Mimpi Memandikan Mayat Jenazah Mayit

Mimpi Memandikan Mayat Jenazah Mayit
Mimpi Memandikan Mayat Jenazah Mayit

2.1. Adapun mimpi memandikan mayat, Barangsiapa yang melihat mayat memandikan dirinya sendiri, bermakna keluarga atau anak-anak mayat itu lepas dari dukacita dan bertambah hartanya. Jika mayat itu dimandikan oleh seseorang, bermakna ada orang yang bertaubat di tangan orang yang memandikan itu.

Orang yang memandikan menurut asal mimpinya ialah peniaga yang banyak mendatangkan manfaat dan banyak membantu orang susah, atau juga dimimpikan sebagai orang mulia yang bertaubat di tangannya orang-orang yang berbuat dosa.

2.2. Barangsiapa yang melihat bersama-sama orang yang memandikan, maka dia akan naik dan lepas dari kesusahan. Jika melihat orang-orang mati mencari orang yang membasuh pakaiannya, berarti orang mati, itu sangat berhajat kepada doa, sedekah dan orang yang akan membayar hutangnya dan melaksanakan wasiatnya.

2.3. Jika orang yang bemimpi itu melihat seseorang membasuh pakaian orang yang sudah mati, berarti ada kebaikan dari yang memandikan itu yang sudah sampai bagi si mayat.

Baca detail: Mimpi dalam Islam

Mimpi Mati dan Kematian

Mimpi Mati dan Kematian
Mimpi Melihat kematian.

1.1. Al-Ustaz Abu Sa’id berkata: “Melihat mati dalam mimpi adalah penyesalan dari perkara yang sangat besar. Barangsiapa yang melihat seolah-olah dia mati, kemudian dia hidup lagi, berarti dia mempunyai dosa kemudian dia bertaubat, berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala yang bermaksud : “Mereka berkata: ‘Ya Tuhan kami, Engkau telah mematikan kami dua kali dan menghidupkan kami dua kali, lalu kami mengakui dosa-dosa kami.”

(Surah al-Mukmin ayat 11)

1.2. Barangsiapa yang melihat seolah-olah dia mati tanpa didahului sesuatu penyakit dan hal-hal yang menyebabkan kematian, berarti umurnya masih panjang. Barangsiapa yang melihat seolah-olah dia belum mati berarti sudah dekat ajalnya. Jika orang yang bermimpi itu seolah-olah menyangka bahawa dia tidak mati untuk selamanya, maka dia akan mati dalam perang sabilillah.

1.3. Barangsiapa yang bermimpi, lalu dia dimandikan dan dikafani, berarti selamatlah masalah keduniaannya tetapi rusak agamanya.

1.4. Barangsiapa yang melihat imam (pemimpin negeri) mati, berarti akan terjadi bencana di negeri itu, sebagaimana juga bermimpi melihat terjadi bencana di satu negeri menunjukkan matinya imam negeri itu.

1.5. Barangsiapa yang bermimpi melihat mayat seseorang (yang sudah mati), seolah-olah dia mati lagi, lalu orang-orang menangis, yakni tidak sampai berteriak dan meratap, maka ini menunjukkan akan berkahwin salah seorang zuriatnya. Bermimpi melihat tangisan mereka itu menunjukkan terjadinya sesuatu yang menggembirakan bagi mereka. Menurut satu pendapat bemimpi melihat matinya lagi orang yang sebenarnya sudah mati menunjukkan akan matinya salah seorang keluarganya.

1.6. Barangsiapa yang bermimpi menjumpai mayat, maka dia akan mendapat harta. Jika datang kepadanya kabar kematian seseorang, berarti akan sampai kepadanya kabar kerusakan agamanya dan meningkatnya masalah keduniaannya. Jika dia melihat seolah-olah anaknya mati, maka dia lepas dari musuhnya.

1.7. Jika dia melihat seolah-olah seseorang berkata kepada seseorang: “Si Polan meninggal dunia “, maka terjadi kesusahan bagi yang memberitahukan itu. Jika orang hamil bermimpi mati dan orang lain menangisinya tanpa meratap, maka dia akan mendapat anak lelaki dan dia akan bergembira.

1.8. Menurut satu pendapat orang bujang yang bermimpi mati menunjukkan dia akan berkahwin, sedangkan orang berkahwin yang bermimpi mati menandakan dia akan bercerai. Ini karena jika terjadinya kematian akan terjadilah perpisahan.

1.9. Sedangkan mimpi meratap, Barangsiapa yang melihat seolah-olah satu tempat di tempat dijadikan tempat meratap, maka akan terjadi pentadbiran yang tidak baik di tempat itu yang menyebabkan ahlinya bercerai-berai.

1.10. Sedangkan mimpi menangis, ada tafsiran dari Ibnu Sirin bahawa beliau berkata: “Tangisan yang dilihat dalam tidur ialah sesuatu yang menggembirakan. Tetapi kalau tangisan atau ratapan itu disertai dengan tarian tidak baik mimpinya. Jika seseorang melihat ada orang yang mati, yakni orang yang dikenalnya, dan dia meratapnya dan membunyikan terompet, berarti terjadi musibah atau dukacita bagi orang yang dilihat itu atau bagi keluarganya.”

1.11. Jika seseorang melihat pemimpin mati dan mereka menangis di belakang jenazahnya tanpa disertai dengan ratapan, maka mereka akan melihat sesuatu yang menggembirakan berlaku ke atas pemimpin itu. Barangsiapa yang melihat seolah-olah pemimpin mati dan orang ramai menyebut-nyebutnya orang yang baik, berarti ada kebaikan dalam kepemimpinannya.

1.12. Barangsiapa yang melihat seolah-olah dia berada di tengah-tengah kumpulan orang-orang yang sudah mati, bermakna dia berada di tengah-tengah orang munafik, ertinya dia menyuruh mereka mengerjakan kebaikan tetapi mereka tidak mengendahkan suruhannya itu.

1.13. Dan tafsiran dan sebahagian mereka (ahli mimpi), Barangsiapa yang melihat seolah-olah dia bersahabat dengan orang mati akan pergi merantau jauh dan di sana dia mendapat kebaikan yang banyak. Jika dia bemimpi makan bersama orang-orang mati berarti panjang umurnya. Dan melihat matinya pemimpin menunjukkan dia akan digulingkan atau diberhentikan.

Baca detail: Mimpi dalam Islam

December 29, 2019

Cara Syar'i Cuci Baju di Mesin Cuci (Laundry)

CARA MENCUCI BAJU PAKAI LAUNDRY YANG BENAR

Assalamu'alaikum ustadz
Mau bertanya
Saya mencuci pakaian di tempat laundry, tapi tidak tau ada pakaian dalam tercampur dalam pakaian yg mau saya laundry. Dan (mohon maaf) ada sedikit bekas keputihan.

Setelah saya ambil pakaian di laundry, ternyata masih belum bersih pakaian dalam tersebut, apakah seluruh pakaian yg saya cuci di laundry terkena najis juga dan harus dicuci balik.

Namun saya tidak tau pakaian mana saja yg ikut tercampur.

Mohon penjelasan ustadz, Terima kasih.

JAWABAN

Cara mencuci baju secara bersama-sama dan lebih dari satu seperti yang biasa terjadi di laundry yang benar secara agama adalah sbb:

(a) Apabila ada salah satu baju yang terkena najis, maka dirinci sbb:

(i) Apabila najisnya baju tersebut adalah najis ainiyah, maka harus dipisah dari yang lain. Kemudian baju yg najis aniniyah itu dibuang najisnya (kalau terlihat) dan dibasuh dg air kran. Setelah itu baru dimasukkan dg baju-baju yg lain ke dalam mesin laundry. Apabila baju yang najis ainiyah itu langsung dimasukkan ke mesin cuci tanpa dibilas terlebih dulu maka seluruh baju di mesin cuci ikut najis;

(ii) Apabila najisnya berupa najis hukmiyah (najisnya sudah hilang tapi belum dibasuh air), maka boleh langsung dimasukkan ke dalam mesin cuci tanpa harus dibilang lebih dahulu. Baca detail: Menyucikan Najis Hukmiyah


(b) Begitu juga, apabila tidak ada baju yang najis (hanya kotor saja), maka seluruh baju bisa langsung dimasukkan ke mesin cuci tanpa perlu dibilas terlebih dahulu sebagaimana dalam kasus najis hukmiyah.

Dari uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa yang terjadi anda adalah salah dan semua pakaian yang dicuci bersamaan di mesin cuci yang sama saat itu terkena najis. Karena, ada najis ainiyah di situ yakni adanya pakaian dalam yang bercampur keputihan.

Oleh karena itu, sebaiknya semua pakaian anda yang saat itu dicuci bersama dicuci kembali dg cara yang benar.

Lain kali, kalau mencuci pakaian di mesin cuci sendiri atau tempat laundry maka hendaknya pastikan tidak ada najis ainiyah di salah satu pakaian anda. Kalau ada hendaknya dicuci dulu di rumah.

Apakah tidak tahu secara persis mana yang dicuci bersama-sama, maka diperkirakan saja.
Baca detail: Najis dan Cara Menyucikan